Menguji Misteri

Saya pikir, hal yang secara umum terdapat dalam cerita misteri adalah banyaknya kemungkinan jawaban atas permasalahan, atau teka-teki, yang terdapat di dalamnya. Tidak jarang cerita misteri itu berisi tentang hal-hal yang kurang menyenangkan, bahkan, sangat mungkin, berisi hal-hal yang menyeramkan, menegangkan, menakutkan, juga kejam – singkatnya, segala hal yang biasanya dihindari, termasuk, kematian. Cerita pendek […]

View More

Percik Harap untuk Tatap Gelap

Kali ini saya membaca cerita pendek karya Leonid Andreyev berjudul Lazarus. Nama Lazarus, yang menjadi judul cerita pendek itu, adalah nama yang cukup terkenal. Beberapa hal seringkali dikaitkan dengan nama itu. Salah satunya terkait dengan mujizat kebangkitan atau kembali hidupnya seseorang dari kematian. Leonid Andreyev pun, saya pikir, juga melekatkan hal itu dalam karakter utama […]

View More

Mari Ber-Cinta

Untuk membicarakan Cinta – hadeeh!– setiap  orang, saya yakin, punya cara dan pandangannya sendiri-sendiri. Saya termasuk orang yang malu-malu untuk membicarakannya, meskipun, yaa, sebenarnya, mau juga, hehe. Ketika membicarakan Cinta, bagi saya, sukar untuk secara tegas berkata ya atau pun tidak. Kadang untuk berkata ya, saya tidak dapat langsung mengatakannya, entah karena apa. Demikian juga […]

View More

Hanyut-Tenggelam, Mengambang dan Berenang di Fiksi Alice

Adakah kepastian dalam hidup? Tidak, saya tidak sedang sungguh-sungguh berpikir tentang hidup dengan mengajukan pertanyaan itu. Saya hanya sedang berusaha memahami cerita pendek berjudul “A Carnival Jangle” karya Alice Dunbar-Nelson. Saya mencoba mencari sesuatu hal yang dapat saya pastikan dalam ceritanya. Hingga beberapa kali membaca, semuanya tetap terasa mengambang, antara tragedi dan komedi, antara tua […]

View More

Jeli Pada Musim Semi

Pertama selesai baca cerita pendek dengan judul The Revolutionist karya Michaal P. Artzybashev, saya tak langsung dapat memahami maksudnya, kecuali beberapa kesan yang saya dapat setelahnya. Kesan itu, pada awalnya, adalah semacam kengerian, teror, bahkan horor. Meskipun, bagi saya, cerita itu tampak seolah-olah menahan sedapat mungkin tidak secara vulgar menampilkan kengerian, teror, dan horor, tetapi […]

View More

Membaca Aroma Bunga Krisan

Saya pikir tidak seorang pun yang tidak mengharapkan, meski tidak diungkapkan setiap waktu, keluarganya bahagia. Keluarga, yang dapat dipahami sebagai suatu relasi maupun sebagai forma atau pun bentuk itu, acapkali dikaitkan, secara sempit, sebagai suatu hubungan yang dijalin dengan, dan terbatas pada, adanya pertalian darah saja – meski pada kenyataannya dapat dimaknai secara lebih luas, […]

View More

Merupa Ulang Rupa Waktu ala Nathaniel

Beberapa orang menganggap Waktu adalah teramat penting, dan seringkali menempatkannya di tempat yang dapat selalu mengingatkan dirinya terhadapnya. Beberapa orang yang lain, meskipun menganggap Waktu sebagai yang terpenting, justru menempatkannya di tempat tersembunyi, yang hanya dirinya sendiri yang mengetahui, karena Waktu telah dihayatinya, menyatu dengan dirinya. Beberapa orang yang lain lagi, menganggap Waktu tidaklah penting, […]

View More

Berkhayal Pesta Pakai Kacamata

Dalam suatu perjumpaan, disadari atau tidak, saya acapkali menggunakan ukuran tertentu untuk menakar yang ada di hadapan saya. Ukuran yang saya gunakan itu mulai dari hal yang paling sederhana hingga pada hal-hal yang paling rumit – dari hal yang dapat saya inderai, yang tidak tampak, dan, bahkan, yang tidak ada wujudnya. Ketika membaca cerita pendek […]

View More

Mencabut Duri di Kaktus Henry

Saya seringkali terlampau yakin telah mengenal dengan sungguh-sungguh semua yang berada di dekat, dan juga yang telah akrab, dengan saya. Tetapi, sayangnya, keyakinan dan kesungguhan saya itu kemudian tinggal hanya kepercayaan diri, dan juga kesombongan, yang tidak sepenuhnya dapat menjadi sandaran. Itu terjadi, misalnya saja, dalam kejadian sederhana, ketika jari-jari kaki saya masih saja tersandung […]

View More

Labirin Teka-Teki Gorky

Membaca cerita pendek berjudul One Autumn Night karya Maxim Gorky seperti diajak memasuki suatu labirin. Labirin ini, yang meski kadang dilengkapi dengan pencahayaan yang cukup terang, tetapi tetap memberi batasan pada jangkauan penglihatan – baik ke depan, ke samping, ataupun ke belakang. Walaupun demikian, Gorky mencoba mengajak saya perlahan-lahan memasuki lorong demi lorong. Dari lorong […]

View More