By redaksibacaapa

0

Menguji Misteri

Saya pikir, hal yang secara umum terdapat dalam cerita misteri adalah banyaknya kemungkinan jawaban atas permasalahan, atau teka-teki, yang terdapat di dalamnya. Tidak jarang cerita misteri itu berisi tentang hal-hal yang kurang menyenangkan, bahkan, sangat mungkin, berisi hal-hal yang menyeramkan, menegangkan, menakutkan, juga kejam – singkatnya, segala hal yang biasanya dihindari, termasuk, kematian.

Cerita pendek berjudul A Jury of Her Peers karya Susan Glaspell seringkali diklasifikasikan ke dalam genre ini. Dan sebagai cerita pendek yang termasuk misteri, cerpen tersebut, saya kira, termasuk ke dalam cerita misteri yang tidak banyak mengumbar atau menampilkan secara berlebihan keseraman, ketakutan, ketegangan, kekejaman, dan juga kematian.  Alih-alih, cerita tersebut banyak menampilkan hal-hal “kecil” dan dialog-dialog “kecil” antar karakternya yang semakin menguatkan kesan misteri pada cerita tersebut, yakni teka-teki dan kemungkinan jawaban atasnya, dan tidak terkecuali isi cerita itu sendiri yang menjadi misteri.

Sejauh yang saya pahami, permasalahan atau teka-teki yang diajukan dalam cerita itu adalah peristiwa kriminal, dalam pengertian suatu perbuatan yang melanggar hukum, dan “tidak ada” saksi pada waktu kejadian. Ini yang kemudian menjadi permasalahan, terutama, saya pikir, yang kemudian memunculkan pertanyaan, sebelum terlalu jauh: Dapatkah peristiwa itu disebut sebagai peristiwa kriminal? Tentu banyak hal harus dipenuhi sebelum menyatakan suatu hal atau peristiwa adalah peristiwa kriminal, dan ini pun harus dibuktikan di muka pengadilan, yang bebas dari tekanan tentu saja.

Cerita itu, saya pikir, juga berusaha memaparkan pencarian motif atas suatu peristiwa kriminal. Tetapi tidak hanya itu, cerita itu berusaha untuk tidak membiarkan prasangka yang melandasi pencarian hal yang dianggap motif, atau yang bukan, dalam suatu tindakan dapat berjalan dengan bebas, yakni dengan menunjukkan bahwa “penghakiman” selalu sudah berjalan sebelum diajukan di muka pengadilan melalui prasangka dan pandangan yang sudah berlaku secara umum, singkatnya: prasangka yang menentukan bukti, dan kesimpulan yang mendahului premis-premisnya.

Lebih jauh, cerita itu tidak hanya menghadirkan karakter-karakter yang tinggal dalam satu struktur masyarakat yang tunggal, misalnya struktur masyarakat pedesaan berdasarkan kepemilikan tanah atau berdasarkan kapital ekonomi belaka, melainkan juga berdasarkan identitas gendernya, dan pekerjaannya yang juga terstruktur. Ketidakberuntungan acapkali menimpa karakter yang berada dalam tingkatan terbawah dalam struktur yang tidak tunggal itu, dalam hal ini pada cerita itu adalah: sekaligus masyarakat biasa, sekaligus petani, sekaligus tinggal terpencil, dan sekaligus perempuan.

Prasangka mungkin hanya tinggal prasangka, tetapi akan memiliki konsekuensi berbeda ketika berhadapan dengan hukum, yang memiliki kekuasaan dan kekuatan memaksa untuk merenggut kebebasan secara fisik. Prasangka tidak hanya hadir di pikiran saja, dengan hukum, dia sangat mungkin menubuh dalam institusi sosial.

Satu hal yang menurut saya cukup menantang pemikiran adalah kecenderungan common sense yang coba digugat dalam cerita itu, yakni penahanan tubuh terhadap orang yang masih disangka bersalah, istri John Wright, hanya karena dia berada dekat dengan “korban”. Common sense, yang belum tentu terbukti benar dan salahnya itu, diperparah dengan prasangka masyarakat yang cukup tebal menyelimuti, dan korban sesungguhnya: tak pernah bernama (Apakah namanya Bessie? Saudara perempuan Martha Hale?), istri John Wright, Mrs. Wright, “Minnie Foster”, atau sekedar “her” dan “She” sekaligus dibungkam.

Sampai di akhir cerita misteri ini, saya tetap tidak menemukan suatu jawaban atas permasalahan yang diajukan, seandainya permasalahan atau teka-teki yang diajukan itu adalah: siapa berbuat apa, dan siapa yang sesungguhnya bersalah. Saya seperti sedang diberikan satu pertanyaan pilihan ganda, yang menuntut adanya satu jawaban tunggal, tetapi dua di antara pilihan jawaban itu bunyinya: semua benar; dan semua salah.

Saya percaya, anda dapat membantu saya menentukan jawabnya, bahkan, tidak menutup kemungkinan, mengganti permasalahannya.

150221

Credit: Foto oleh Daniela Constantini dari Pexels