By redaksibacaapa

0

Memotret Stasiun Kereta Dari Rel Besi-Baja

Ketika beberapa orang berkumpul dan menyepakati satu-dua hal menjadi tujuan mereka, mau tidak mau organisasi menjadi jalan paling efektif dan efisien untuk mencapainya. Berorganisasi, selanjutnya, juga melibatkan pembagian kerja, dan tanggung jawab.

Pengorganisasian, pembagian kerja, dan tanggung jawab itu, apabila digambarkan akan menjadi semacam organogram. Untuk dapat terlaksana di lapangan, organogram ini tidak hanya mengandalkan kedisiplinan buta saja terhadapnya, melainkan juga, yang tidak dapat dihindari, melibatkan pikiran dan hati manusia yang ada di dalamnya.

Organisasi, dengan demikian, tidak lagi dapat dipandang dengan sederhana. Selain melibatkan struktur, juga melibatkan kultur, yang di dalamnya terdapat nilai-nilai yang berusaha diwujudnyatakan. Tapi, apa jadinya jika organisasi itu telah menjadi korup?

Dengan sudut pandang itu saya membaca cerita pendek berjudul The Signal karya Vsevolod M. Garshin. The Signal, saya pikir, dapat menjadi ilustrasi berjalannya organisasi yang telah korup.

Organisasi di dalam cerita itu bukanlah organisasi yang memiliki tujuan yang abstrak, melainkan yang sangat konkret, dengan segala sesuatu yang dapat diperiksa dan dikaji dengan sangat konkret. Organisasi itu adalah organisasi-kerja kereta rel besi-baja, yang mengantarkan manusia maupun barang dari stasiun yang satu ke stasiun yang dituju: dengan selamat dan tanpa kurang sesuatu apa!

Layaknya organisasi, terdapat posisi kerja dan tanggung jawab yang letaknya di bagian atas dan di bagian bawah struktur. Di dalam cerita itu Garshin menghadirkan dua karakter utama yang terletak di bagian bawah, atau mungkin yang paling bawah, dalam struktur organisasi kerja.

Dua karakter itu bernama Semyon Ivanov dan Vasily Stepanych Spiridov. Mereka bekerja bersama rel kereta: sebagai track-walker.

Saya pikir, melalui cerita pendek itu, Garshin memotret, meskipun kecil, realitas (?) yang lebih besar, yang tidak dapat dilepaskan dari struktur organisasi itu sendiri. Bagi saya, salah satu hal yang cukup menarik dalam cerita itu terletak di dalam paragraf-paragraf awal, selain yang terdapat dalam paragraf-paragraf lain yang memuat dialog kedua karakter itu.

Dalam paragraf-paragraf itu, pertama, Garshin tidak mengabaikan bahwa struktur dalam organisasi-kerja dengan demikian juga memberikan “kekuasaan” tertentu yang dapat meluas melampaui struktur organisasi-kerja itu, yang dengan kekuasaan itu menghasilkan struktur baru di luar struktur organisasi-kerja itu – bahkan, bukan tidak mungkin, sama sekali “tidak-ada” hubungannya dengan struktur organisasi-kerja itu. Kedua, Garshin tidak mengabaikan bahwa yang menjalankan struktur organisasi-kerja itu adalah manusia, yang menyejarah, yang melandaskan keputusannya pada hal-hal yang tidak semata-mata rasional, tetapi juga kadangkala karena kedekatan emosional, selain juga karena alasan struktural.

Gambaran berjalannya kekuasaan yang dihasilkan dari struktur organisasi-kerja kereta itu pun dapat dilihat, misalnya, dalam hubungan antara Semyon Ivanov dengan the Station Master yang dikenalnya, dan Chief; demikian juga antara Track Walker, Traffic Inspector, Station Master, Chief, dan Councillor. Selain itu, diceritakan pula gambaran hubungan orang-orang yang berada di dalam jenjang stuktur yang sama, yakni antar track-walkers itu sendiri, di dalam struktur organisasi-kerja yang telah korup.

Di atas semua itu, saya pikir, cerita Garshin menunjukkan satu gambaran yang sangat jelas tentang mangsa, sekaligus korban, dari struktur, dan mungkin juga kultur, yang telah korup itu – yang “dilahap”, “dilumat”, ditindih, dihantam, dan digilas – yang nilainya, tentu saja, lebih dari sekedar rel kereta besi-baja.

121220

Credit: Foto oleh Maria Orlova dari Pexels